Dalamartikel ini kita akan menjelaskan mengenai asbabun nuzul surat Al-Alaq ayat 1-5. Berikut ini adalah penjelasannya : Asbabun Nuzul Surah Al-Alaq 1-5. Dalam hadist yang di riwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata bahwa permulaan wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah saw adalah mimpi yang baik pada waktu tidur. Biasanya mimpi yang dilihat
AsbabunNuzul. Pada awal kerasulan Muhammad SAW, dia berkhalwat (meningalkan keramaian) di Goa Hira. Setelah beberapa hari dia mendapatkan wahyu yang pertama Surat Al 'Alaq 1-5. Dalam keadaan kedingingan, dia menemui Khadijah dan menceritakan yang telah terjadi. Surat Al-Alaq 1-5 merupakan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW
Artinya: Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, — Surat Al-'Alaq Ayat 3. Bacalah -wahai Rasul- apa yang diwahyukan Allah kepadamu, dan Rabbmu itu Mahamulia, tidak ada kemuliaan yang mendekati kemuliaan-Nya, Dia telah berbuat banyak derma dan kebaikan. (Tafsir al-Mukhtashar) Bacalah : sebagai penegas "Iqra'" yang pertama.
(1) Bacalah (wahai Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (sekalian makhluk), (2) Ia menciptakan manusia dari sebuku darah beku; (3) Bacalah, Tetapan Enjin carian suara dihasilkan oleh
Surat Al Alaq Ayat 1-5 Arab, Latin, Arti Lengkap Asbabun Nuzul & Isi Kandungan. dream.co.id Sekitar 2 Tahun yang lalu. Ilustrasi Al Quran Kitab Suci Umat Islam (Foto: Freepik.com) Dream - Surat Al Alaq merupakan surat ke-96 dalam Al Quran. Surat Al Alaq ini turun di kota Mekah sehingga masuk dalam golongan surat Makkiyah.
Denganilmu pengetahuan, diharapkan manusia dapat semakin menghayati kebesaran Allah swt. yang telah mencipta alam semesta. Dalil yang mewajibkan untuk menuntut ilmu, antara lain surah al- 'Alaq ayat 1-5. Pembahasan surah al- 'Alaq berikut ini meliputi lafal surah dan terjemahannya, asbabun nuzul, sertaa penjelasan ayat. 1.
Apakah(orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telahMereka itu beriman kepada Al Quran.Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al QuranSesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar
5 Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. b. Asbabun Nuzul. Pada awal kerasulan Muhammad , beliau berkhalwat (meningalkan keramaian) di Goa Hira. Setelah beberapa hari beliau menerima wahyu yang pertama Surat Al 'Alaq 1-5.Dalam keadaan kedingingan, beliau menemui Khadijah dan menceritakan yang telah terjadi.
dalamkitab Shohih Bukhari dikhabarkan bahwa asbabun nuzul surah al-Alaq ayat 1-5, didalam hadis nomor 3 jilid 1 yang diriwayatka oleh Aisyah ia berkata bahwa permulaan wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah saw adalah mimpi yang baik pada waktu tidur. Biasanya mimpi yang dilihat itu jelas, sebagaimana cuaca di pagi hari.
YbNz. Ilustrasi Al Quran Kitab Suci Umat Islam Foto Berbekal ilmu pengetahuan dan wawasan yang mumpuni, manusia dapat menyadari dan membuktikan kebesaran Allah Swt. Dream – Surat Al Alaq merupakan surat ke-96 dalam Al Quran. Surat Al Alaq ini turun di kota Mekah sehingga masuk dalam golongan surat Makkiyah. Surat Al Alaq terdiri dari 19 ayat yang artinya segumpal darah yang diambil dari kata Alaq. Surat ini menerangkan bahwa manusia tercipta dari segumpal darah. BACA JUGA Makna Surat Al-Alaq Ayat 1-5 Sebagai Wahyu Pertama Isi kandungan surat al Alaq ayat 1-5, Allah Swt menjelaskan bahwa Islam sebagai agama yang sempurna sangat memerhatikan perkembangan ilmu pengetahuan. Umat islam diwajibkan menuntut ilmu sejak buaian hingga ke liang lahat. Berbekal ilmu pengetahuan dan wawasan yang mumpuni, manusia dapat menyadari dan membuktikan kebesaran Allah Swt. Melalui surat ini Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk mencari tahu siapa Tuhan yang menciptakannya dan memuliakannya dengan segala kemampuan. Sayangnya, banyak manusia yang tidak ingat darimana dia berasal dan kurang beryukur atas nikmat-Nya. Terdapat sejarah yang terkenal mengenai ayat 1-5 surat Al Alaq adalah ayat-ayat yang pertama kali diturunkan. Lima ayat pertama surat Al Alaq ini diturunkan ketika Nabi Muhammad SAW bertafakur di Gua Hira. Dilansir dari beberapa sumber berikut surat Al Alaq ayat 1 hingga 19. Lebih jelasnya berikut ini Dream ulas tentang bacaan surat Al Alaq ayat 1-5 arab, latin, arti lengkap dengan asbabun nuzulnya seperti dilansir dari berbagai sumber. 1 dari 4 halaman Berikut bacaan lengkap surat Al Alaq ayat 1-5 arab, latin beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia, seperti dikutip dari © Iqra` bismi rabbikallazi khalaq. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, © khalaqal-insana min 'alaq. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. © iqra` wa rabbukal-akram. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, © allazi allama bil-qalam. Yang mengajar manusia dengan perantara kalam pena. © allamal-insana ma lam ya’lam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. 2 dari 4 halaman Asbabun Nuzul Surat Al Alaq Ayat 1-5 Dalam sebuah hadis yang pernah diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah radhiyallahu anhu, asbabun nuzul surat al alaq ayat 1-5 diawalai saat Rasulullah Saw sedang menepi di Gua Hira’. Keinginan uzlah atau berdiam diri di Gua Hira’ ketika sebelumnya beliau Saw sering mengalami mimpi yang begitu jelas seperti cahaya di pagi hari. © Ketika uzlah di Gua Hira’, Rasulullah Saw didatangi malaikat Jibril yang menyuruhnya untuk membaca. Jibril berkata, iqra’ bacalah. Perintah itu diulang sebanyak 3 kali. Kemudian Rasulullah Saw menjawab, saya tidak bisa membaca’ sebanyak tiga kali pula. Setelah itu malaikat Jibril membacakan surat al Alaq ayat 1-5. Malaikat Jibril pun meninggalkan Rasulullah Saw seorang diri dengan badan gemetar dan perasaan takut. Kemudian beliau Saw langsung pulang menemui Siti Khadijah seraya meminta diselimuti. Lalu menceritakan kejadian di Gua Hira’ kepada istrinya. Singkat cerita Siti Khadijah mengajak Rasulullah Saw menemui pamannya, Waraqah bin Naufal. Paman Siti Khadijah ini merupakan pendeta Nasrani yang sangat memahami isi kandungan kitab Injil. Sayyidah Khadijah meminta pamannya itu untuk menjelaskan kejadian yang menimpa Rasulullah Saw. Lalu Rasulullah Saw menceritakan kejadian yang menimpanya kepada Pendeta Nasrani tersebut. Kemudian sang pendeta menjelaskan bahwa kejadian itu merupakan pertanda kenabian Rasulullah Saw. Bahkan, Waraqah juga memaparkan tantangan yang akan dihadapi Nabi Muhammad dalam menyampaikan risalah kenabian nantinya. Waraqah berkata jika ia masih diberi umur panjang, maka ia akan membela dan melindungi Rasulullah Saw dari orang-orang yang memusuhinya. 3 dari 4 halaman Kandungan Surat Al Alaq Ayat 1-5 © Kandungan surat al Alaq ayat 1-5 adalah sebagai berikut 1. Pentingnya Ilmu Pengetahuan Kandungan surat Al Alaq yang pertama adalah membincang betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan seruan untuk menuntut ilmu. Umat Islam diwajibkan mencari ilmu dari buaian hingga ke liang lahat. Selama masih hidup, tidak ada alasan bagi umat Islam untuk bermalas-malasan tidak mencari ilmu. Padahal perintah menuntut ilmu sudah dijelaskan dalam surat Al Alaq ayat 1-5. 2. Proses Penciptaan Manusia Surat Al Alaq ayat 1-5 juga berisi kandungan tentang proses penciptaan manusia. Dipaparkan bahwa manusia berasal dari segumpal darah. Ilmu pengetahuan modern menyebutkan segumpal darah itu merupakan pertemuan antara sel telur dan sel sperma di dalam Rahim. Allah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya. 3. Anjuran Banyak Membaca Kandungan surat al Alaq memerintahkan manusia untuk membaca supaya mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang banyak. Berbagai disiplin ilmu perlu dipelajari supaya kita menjadi manusia bijaksana yang tidak mudah menyalahkan orang lain karena berbeda pendapat. Semakin banyak membaca, maka pikiran kita semakin terbuka dan tidak mudah menyalahkan lainnya. Objek untuk membaca pun sangatlah luas, yakni segala hal yang ada di sekeliling kita. Maka tidak ada alasan lagi untuk malas membaca bukan? Al Quran sudah memerintahkan dengan tegas loh, Sahabat Dream! 4 dari 4 halaman 4. Dukungan Mencari Ilmu Pengetahuan Allah mengajarkan kepada manusia dengan perantara kalam. Manusia bisa mencatat semua ilmu pengetahuan yang telah didapatkannya. Sehingga ilmu pengetahuan dapat diturunkan ke generasi selanjutnya. © Anda saja para ulama dan ilmuwan terdahulu tidak menulis dan membukukan karya-karyanya, maka tentu generasi sekarang tidak mungkin bisa mempelajari karya klasik. Padalah karya terdahulu sangat penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Jadi ilmu pengetahuan terdahulu penting untuk dikaji dan dikritisi. Tidak semata-mata diterima belaka. 5. Segala Ilmu Datangnya dari Allah Kandungan surat Al Alaq selanjutnya adalah bahwa segala ilmu pengetahuan datangnya dari Allah. Manusia lahir ke bumi tidak mebawa apa apa dan tidak mengetahui apa-apa. Allah lah yang mengajarkan manusia tentang ilmu pengetahun itu. Maka jangan sampai ilmu pengetahuan menjadikan manusia sombong dan melupakan Tuhan yang mengajarinya. Sudah selayaknya ilmu pengetahuan membuat kita semua semakin dekat dengan Tuhan. Karena sejatinya, ilmu pengetahuan adalah jalan menuju sang Esa. Dilansir dari berbagai sumber Artikel TrendingPotongan SurahAl QuranBaca Alquran Daftarkan email anda untuk berlangganan berita terbaru kami Terkait Jangan Lewatkan Editor's Pick Negara Terindah di Dunia, Peringkat Kedua Diduduki Selandia Baru Negara Terindah di Dunia, Kolombia di Peringkat Tiga Rutinkan Pakai Hyaluronic Acid, Kulit Jadi Kenyal dan Lembut Makeup Sunset, Cocok untuk Hijaber yang Ingin Tampak Fresh Simpel Style Dian Pelangi, Bisa Jadi Inspirasi Outfit Kuliah Trending Pengertian Haji Tamattu, Bacaan Niat, dan Tata Caranya Agar Lancar Melaksanakannya Rio Lazuardy - Managing HR Challenges In Daily Practice BPKH Talks Kisah Mengharukan di Balik Haji Wada’, Tanda Perpisahan Rasulullah SAW dengan Umatnya Potret Rumah Pria Tangerang Berbobot 300 Kg yang Dievakuasi Pakai Forklift, Ternyata Hanya Tinggal dengan Sang Ibu! Reaksi Tak Terduga Maia Estianty Setelah Sang Suami Dikabarkan Selingkuh dengan Teman Dekatnya Negara Terindah di Dunia, Indonesia Berada di Puncak Pengakuan Dunia 9 Potret Orang-Orang Obesitas yang Viral, Terakhir Paling Parah, Beberapa Sudah Meninggal Dunia! Negara Terindah di Dunia, Peringkat Kedua Diduduki Selandia Baru
Asbabun Nuzul Surat Al-Alaq – Agama Islam sangat menganjurkan kepada umat muslim. Agar selalu mengembangkan ilmu agama dan pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan diharapkan agar semua umat muslim menyadari atas kebesaran satu dalil yang mewajibkan umat muslim untuk menuntut ilmu, diantaranya surat Al-Alaq ayat 1-5. Dengan itu, artikel kali ini kami akan membahas tentang asbabun nuzul surat al-Alaq. Sebelum teman-teman membaca artikel ini lebih lanjut, maka alangkah baiknya baca dulu asbabun nuzul surat Al-Quraisy di link Al-Alaq merupakan surat Makkiyah yang terdiri dari 19 ayat, serta termasuk surat yang nomer 96 dalam Al-Qur’an. Adapun asbabun nuzul surat Al-Alaq sebagai Nuzul Surat Al-Alaqsumber pada suatu ketika datanglah malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad lalu berkata أقرأ Iqra’ artinya bacalah. “Maka Nabi menjawab” saya tidak bisa membaca, maka Jibril mendekat kepadanya sehingga Nabi merasa faham. Setelah tiga kali malaikat Jibril merintah Nabi tapi jawabannya seperi itu, maka membacalah Jibril surat Al-Alaq ayat malaikat Jibril membaca ayat tersebut, maka Jibril meninggalkan Nabi, tinggallah beliau sendirian dengan perasaan Muhammad terlihat gugup sehingga segera pulang menemui istrinya siti Khatijah lalu berkata,” Zammiluni artinya selimuti aku. Setelah rasa dingin dan takut hilang, maka siti Khatijah bertanya apa yang engkau alami?. Nabi Muhammad berkata demi Allah, engkau adalah orang yang suka memilkul suatu masalah yang berat, serta suka menghubungkan kasih kejadian tersebut siti Khatijah mengajak Nabi Muhammad untuk menemui pamanya Waraqah bin Naufal paman siti Khatijah. Setelah bertemu denganya, Khatijah meminta kepada Nabi Muhammad agar menjelaskan kejadian yang sudah dialami tadi bin Naufal salah satu pendeta Nasrani yang sangat paham isi yang ada dalam kitab injil. Setelah Nabi selesai menjelaskan semua apa yang terjadi tadi malam. Waraqah berkata, “inilah sebuah utusan sebagaimana Allah mengutus Nabi Musa Waraqah berdoa seraya menganggkat tanganya” Semoga saya bisa hidup sampai saaatnya enkau diusir dari kaumnya”. Nabi Muhammad bertanya apakah mereka akan mengusir saya? Beliau menjawab. “Benar! belum pernah ada seorang Nabi yang diberi wahyu seperti engkau Muhammad yang tidak dimusuhi kaumnya. Jika saya masih hidup, maka pasti saya akan menolong engkau tersebut diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Bada’ul Wahyu nomer Al-Alaq Arab dan Latinاِقْرَأْ بِا سْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ۚIqra’ bismi rabbikalladzi khalaqخَلَقَ الْاِ نْسَا نَ مِنْ عَلَقٍ ۚKhalaqal insaana min alaqاِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَ كْرَمُ ۙIqra’ wa rabbukal akramالَّذِيْ عَلَّمَ بِا لْقَلَمِ ۙAlladzi allama bil qalamعَلَّمَ الْاِ نْسَا نَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ۗAllamal insaana maa lam ya’lamكَلَّاۤ اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَيَطْغٰۤى ۙkallaa innal insaana layatghaaاَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰى ۗAr ra’ahus tagnaاِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰى ۗInna ilaa rabbikar raj’aaاَرَءَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰى ۗA ra aitalladzi yan haaعَبْدًا اِذَا صَلّٰى ۗAbdan idzaa shallaaاَرَءَيْتَ اِنْ كَا نَ عَلَى الْهُدٰۤى ۙA ra’aita ing kaana alal hudaaاَوْ اَمَرَ بِا لتَّقْوٰى ۙAu amara bit taqwaاَرَءَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى ۗA ra’aita ing kadzaba wa tawallaاَلَمْ يَعْلَمْ بِاَ نَّ اللّٰهَ يَرٰى ۗA lam ya’lam bi annallaha yaraaكَلَّا لَئِنْ لَّمْ يَنْتَهِ ۙ لَنَسْفَعًا بِۢا لنَّا صِيَةِ ۙKalla la’il lam yantahi lanasfa’am bin naashiyahنَا صِيَةٍ كَا ذِبَةٍ خَا طِئَةٍ ۚNaashiyating kaadzibatin khaati’ahفَلْيَدْعُ نَا دِيَهٗ ۙFalyad’u naadiyahسَنَدْعُ الزَّبَا نِيَةَ ۙSanad’uz zabaniyahكَلَّا ۗ لَا تُطِعْهُ وَا سْجُدْ وَا قْتَرِبْKalla laa thuti’hu wasjud waqtharibArti Surat Al-AlaqBacalah dengan menyebut nama Allah yang telah Allah telah menciptakan manusia dari segumpal dan Allahlah yang maha telah mengajar manusia dengan yang mengajarkan manusia apa yang tidak tidak, sungguh manusia itu benar-benar melampaui melihat dirinya serba hanya kepada Allah tempat pendapatmu tentang orang yang hamba ketika sedang melakukan pendapatmu apabila yang dilarang shalat itu berada di atas dia menyuruh bertaqwa kepada pendapatmu jika dia yang melarang itu mendustakan serta dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala tidak, sungguh jika dia tidak berhenti berbuat demikian, maka kami tarik ubun-ubunnya ke dalam ubun-ubun orang yang mendustakan serta biarlah dia memanggil golongannya untuk kami akan memanggil Malaikay Zabaniyah penyiksa bagi-bagi orang-orang yang berdosaSekali-kali tidak, janganlah kamu patuh kepadanya, lalu sujudlah serta dekatkanlah dirimu kepada Surat Al-Alaqsumber 1 Surat Al-AlaqAyat ini berisi tentang perintah wajibnya mencari ilmu, perintah di sini tidak tertuju pada ilmu tertentu, tapi bersifat itu, kewajiban kita dalam mencari ilmu hanya meliputi ilmu yang berhubungan dengan ayat-ayat Kauniyah dan 2 Surat Al-AlaqDalam ayat ini Allah telah menegaskan bahwa manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya ciptaaan sebagaimana dalam surat At-Tiin ayat خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ۖLaqat khalaqnal insaana fii ahsani taqwimArtinyaSungguh kami telah ciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentukSelain itu, Allah menyatakan bahwa manusia merupakan satu-satunya makhluk yang diciptakan oleh Allah dari segumpal para ilmu kedokteran, segumpal darah merupakan pertemuan antara sel sperma dan sel telur dalam rahim. Sebagaimana dalam ayat di 3 Surat Al-AlaqAgama Islam telah mendidik umatnya agar bisa menjadi umat yang pandai, pintar, dan bijaksana. Sehingga bisa memahami semua ayat-ayat Kauniyah dan karna utu, dalam ayat ini terdapat pengertian pokok , yaitu perintah untuk membaca sebagai penegasan Allah yang maha giat membaca, manusia akan mendapatkan banyak pemahaman, pengetahuan, sehingga bisa menyelesaikan masalah. Oleh karna itu pepatah adalah jendela terbukanya duniaAyat 4 Surat Al-AlaqAllah telah menegaskan bahwa Dia mengajarkan manusia menggunakan pena, dalam arti dengan pena manusia bisa mencatat segala ilmu pena adalah benda mati, beku, dan tak bernyawa. Tapi setelah digunakan untuk mencatat ilmu, akhirnya bisa dipahami oleh orang pena manusai bisa mencatat semua bentuk ilmu, baik ilmu pengetahuan atau agama. Sehingga ilmu yang sudah dicatat bisa dipelajari oleh generasi para ulama terdahulu tidak mencatat atau membukukan karya-karyanya, tentu generasi sekarang tidak bisa mempelajari karya-karya ulama itu, belajarlah sambil mencatat apa yang telah disampaikan oleh para guru, insya Allah di sana ada 5 Surat Al-AlaqSemua manusia dilahirkan ke dunia dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, sehingga Allah memberikan penglihatan, pendengaran, dan pengetahuan. Agar bisa memudahkan manusia dalam belajar, mengaji, dan mencari ilmu dengan ini menjelaskan krakter manusia yang lahir ke dunia tidak membawa apa-apa. Sehingga mereka sadar bahwa semua ilmu yang dimiliki semuanyaa bersumber dari Allah yang maha pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa Nabi Muhammad menerima wahyu pertama kali aalah surat Al-Alaq ayat pembahasan hari ini cukup sampai di sini dulu. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, terima kasih banyak sudah mempir di situs ada kesalahan di artikel ini, teman-teman bisa kirim komentar di kolom di bawah ini. Sekian terima kasih sampai berjumpa di artikel lupa bantu share.
Kandungan Surat al-Alaq Asbabun nuzul Surat al-Alaq ayat 1 sampai 5 berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan perintah gemar membaca. Surat al-Alaq termasuk salah satu surat Makkiyah. Surat al-Alaq terdiri dari 19 belas ayat dan merupakan surat yang 96. - Dalam Surat al-Alaq ayat satu sampai lima, Allah SWT menjelaskan bahwa Islam sebagai agama yang sempurna, sangat memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan. Kewajiban menuntut ilmu dibebankan kepada umat Islam sejak dalam ayunan sampai ajal menjemput. Berbekal ilmu pengetahuan dan wawasan yang mumpuni, manusia dapat menyadari dan mebuktikan akan kebesaran Tuhannya. Surat al-Alaq ayat 1-5 menjadi salah satu landasan hukum bagi umat Islam dalam menjungjung tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan. Berikut penjelan asbabun nuzul Surat al-Alaq ayat satu sampai limaاقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ 1 خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ 2 اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ 3 الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ 4 عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ 5 “Bacalah dengan menyebut Tuhanmu yang menciptakan alam semesta. Dia telah menciptakan manusia dari alaq segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang pemurah. Yang mengejarkan manusia dengan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya". Dalam hadist yan diriwayatkan Sayyidah 'Aisyah asbabun nuzul Surat al-Alaq ayat 1-5 bermula ketika Nabi Muhammad sedang menyepi di Gua Hira. Keinginan 'uzlah di Gua Hira ketika sebelumnya Rasulallah SAW sering mengalami mimpi yang begitu jelas seperti cahaya di pagi hari. Pada waktu menyendiri di Gua Hira, Nabi Muhammad didatangi malaikat Jibril yang menyuruh beliau untuk membaca. Malaikat Jibril berkata kepada beliau iqra bacalah, iqra bacalah, iqra bacalah! Perintah tersebut diulang sebanyak tiga kali. Lalu, Nabi Muhammad menjawab perkataan malaikat Jibril ما أنا بقارئ saya tidak bisa membaca sebanyak tiga pula. Setelah itu, Malaikat Jibril membacakan Surat al-Alaq ayat satu sampai lima. Lantas malaikat Jibril pergi meninggalkan Nabi Muhammad seorang diri dengan badan gemetar dan perasaan takut. Kemudian beliau langsung pulang menemui Siti Khadijah seraya meminta diselimuti. Lalu beliau menceritakan kejadian yang menimpanya selama di Gua Hira tadi. Singkat cerita, Siti Khadijah mengajak Nabi Muhammad SAW untuk bertemu pamannya, Waraqah bin Naufal. Paman Siti Khadijah ini merupakan pendeta nasrani yang sangat memahami isi serta kandungan kitab Injil. Siti Khadijah meminta kepada pamannya untuk menjelaskan prihal kejadian yang menimpa Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah menceritakan kejadian yang dialaminya saat menyepi di Gua Hira kepada pendeta Waraqah bin Naufal. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan pertanda kenabian Rasulullah. Bahkan, Waraqah memaparkan tantangan yang akan dihadapi Nabi Muhammad dalam menyampaikan risalah nubuwahnya nanti. Pada saat itu, ia sampai berkata andaikan dikarunia umur panjang sampai nabi diutus, ia akan membela dan melindungi Rasulullah dari perbuatan orang-orang yang memusuhinya. Kandungan Surat al-Alaq ayat satu sampai lima Kandungan Surat al-Alaq ayat pertama membincang keutamaan ilmu pengetahuan dan seruan menuntut ilmu. Keharusan Umat Islam dalam menuntut ilmu tidak terbatas pada satu disiplin ilmu tertentu. Pada ayat pertama ini, Allah menyerukan kepada umat manusia untuk menggali berbagai macam ilmu, baik yang berhubungan dengan ayat qauliyah maupun qauniyah. Kandungan ayat kedua menjelaskan proses penciptaan manusia. Dalam ayat tersebut dipaparkan bahwa manusia berawal dari al-'alaq segumpal darah. Ilmu pengetahuan modern menjelaskan bahwa segumpal darah tersebut merupakan pertemuan antara sel telur dan sel sperma di dalam rahim. Allah menciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna Surat at-Tin ayat 4. Sedangkan kandungan Surat al-Alaq ayat ketiga menegaskan akan proses mencari ilmu pengetahuan membaca. Dengan giat membaca, seseorang dapat mengetahui dan memahami suatu displin ilmu serta dapat mengurai segala masalah. Karena, membaca adalah jendela dunia. Makanya, Allah tidak memberikan batasan akan objek yang dibaca. Dalam ayat tersebut, maf'ul dari lafadz قرأ tersimpan atau tidak ditampakkan. Hal itu menunjukkan bahwa objek bacaan atau kajiannya meliputi segala hal yang ada di sekeliling kita. Pada ayat keempat dijelaskan prihal alat yang mendukung dalam mencari ilmu pengetahuan. Allah SWT mengajarkan kepada manusia dengan pena. Manusia dapat mencatat segala ilmu pengetahuan yang telah didapatkannya. Dengan begitu, ilmu pengetahuan dapat diturunkan dan dipelajari generasi berikutnya. Andaikan para ulama terdahulu tidak mencatat dan membukukan karya-karyanya, tentunya generasi sekarang tidak mungkin bisa mempelajari karya-karya ulama klasik. Kemudian ayat kelima membincang karakter dasar manusia. Allah SWT mengingatkan bahwa manusia lahir ke dunia dalam keadaan tidak membawa apa-apa dan tidak mengerti apa-apa. Dalam titik ini, manusia sadar bahwa segala ilmu pengetahuan bersumber dari Allah SWT.[dutaislam/in] Artikel Demikian penjelasan asbabun nuzul Surat al-Alaq beserta penjelasan ayatnya. Adapun asbabun nuzul Surat at-Taubah ayat 122, Surat At-Taubah ayat 123, silahkan baca di artikel berikutnya.